Recall Master Rem Honda BRIO ala BRIOnesia SuKa PuCing

COMMUNITYpluz.com (CP) – Ada kabar soal pengecekan dan penggantian master rem pada Honda Brio, Mobilio, BR-V dan HR-V lansiran tahun 2015-2017 yang dilakukan di bengkel resmi menimbulkan pertanyaan. Pasalnya langkah tersebut merupakan tindakan umum yang dilakukan pabrikan saat me-recall produknya.

Padahal sejauh ini Honda Prospect Motor (HPM) selaku agen pemegang merek (APM) mobil Honda di Indonesia, belum mengumumkan secara resmi terkait adanya recall untuk tipe-tipe mobil tersebut.

Saat COMMUNITYpluz.com melakukan konfirmasi ke pihak HPM beberapa minggu lalu melalui no 0800 1122 789, CS menyatakan bahwa belum ada release resmi untuk Recall yang di maksud.

Tetapi tak kala salah satu Komunitas mobil BRIO yaitu BRIOnesia SuKa PuCing Chapter yang di koordinir oleh Ajun dan Taufik melakukan koordinasi dengan salah satu bengkel resmi di salah satu kota di Jawa Barat, pihak bengkel resmi mau membantu dan bisa mengakomodir Recall tersebut. Mereka membutuhkan nomor rangka dan nomor mesin dari masing-masing mobil BRIO dari komunitas BRIOnesia SuKa PuCing Chapter tersebut saja.

Dan sampai dengan berita ini di turunkan, teman-teman members BRIOnesia SuKa PuCing sudah menyelesaikan lebih dari 50 mobil BRIO milik membersnya di lakukan Recall.

Namun untuk kepastian akan diadakannya recall, pihak HPM mengaku belum menentukannya, dengan alasan masih dalam tahap pengumpulan data.

Di tempat terpisah Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM menyampaikan bahwa, “Hanya melalui pengumpulan sample dan data, hasilnya biasanya nanti,”

Meski belum diumumkan secara resmi terkait recall, namun Jonfis menyatakan bengkel resmi akan selalu menerima konsumen yang ingin melakukan pengecekan master rem.

“Jika ada waktu mau datang boleh saja, semuanya dilakukan gratis. Jika ada recall atau penarikan kembali untuk diperbaiki akan diumumkan secara resmi,” tutup Jonfis.

www.md7hotel.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*