Low Rider asal Cirebon, dengan Honda BeAT yang Disuntik Mesin Turbo

COMMUNITYpluz.com (CP) – Ingat gak, istilah modifikasi aliran Low Rider pada sepeda motor? Atau modifikasi dengan ciri utama ban gambot ini booming sekitar 2004 sampai 2010, namun setelah itu mulai redup dan bergeser ke arah mothai (modifikasi Thai Look).

Salah satu modifikator asal Cirebon, Alvin Tjandra dari rumah modifikasi Earth AutoConcept coba bangkitkan lagi gaya modifikasi low rider lewat matik Honda BeAT.

Alvin mengatakan, “Low rider dipilih lantaran cocok dengan motor matik. Ubahannya juga tak banyak, hanya fokus di kaki-kaki. Kita coba balikan lagi low rider seperti di tahun 2000-an atau dulu disebut sebagai Japanese VIP.”

Lantas kini kedua velg Honda BeAT-nya terlihat gambot. Kedua velg menggunakan hasil kustomisasi dengan lebar 7,5 inci di bagian belakang dan 3,5 inci di haluan depan.

Sementara itu untuk Ban belakang kita pakai ukuran 140/60 dan yang belakang 120/70. Bagian arm belakang juga kita buat sendiri termasuk segitiga depan,” terang Alvin lebih lanjut.

Alhasil area kaki-kaki, khususnya di bagian belakang terlihat sangat padat dan kekar. Bahkan, dimensi rodanya melebihi lebar buntut bodi.Selain tampilan yang diubah, Alvin juga coba berkreasi di sektor performa. Ia membenamkan turbocharger yang sengaja diletakkan di sektor yang paling terlihat.

Alvin menyebutkan untuk membenamkan turbo pada motor tak terlalu sulit. Pada dasarnya, kata dia, workshop ini memang spesialis modifikasi body dan mesin mobil.

“Kebetulan sekali Honda BeAT ini sudah injeksi kan, kalau dibanding sama karburator memang sedikit agak rumit. Kalau injeksi sudah data tinggal kita cari settingan saja untuk turbo-nya,” jelasnya.

Alvin juga menuturkan jika motor ini belum 100 persen rampung. Ada beberapa part yang ingin dipasangkan seperti ECU racing, mendongkrak area CVT, termasuk menambahkan komponen intercooler dan oil cooler agar turbo tetap aman dan berfungsi normal.

Saat ini sih Turbo sudah on dan pulling semua, cuma masih kita kasih limit berhubung di BeAT ini ada mode fitur ECO. Makanya untuk spulturbo-nya juga masih kecil, nanti kalau sudah ganti ECU dan yang lainnya baru lebih enak,” ungkap dia.

“Jika nanti sudah ke-develop semua dan barang-barang yang dibutuhkan sudah ready kita bisa jadiin sekitar 2 bulan,” katanya.

Selanjutnya untuk tahap finishing yang akan dilakukan adalah melakukan re-painting pada bagian bodi, velg, dan penambahan beberapa kosmetika lainnya.

Tahu gak modal pengerjaan Honda BeAT Low Rider dengan turbo ini? Itu menghabiskan dana sekitar Rp 50 juta.

Bagaimana? Tertarik? Atau masukan soal modifikasi Honda BeAT ini?

www.md7hotel.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*