Cara Aman Bermotor (Mudik) di Tengah Pandemi Corona COVID 19

COMMUNITYpluz.com (CP) – Seperti pada Hari Raya Idul Fitri sebelumnya, tradisi Pulang Kampung atau Mudik sudah menajdi tradisi di masyarakat. Tetap 1 tahun terakhor, sejak Covid 19 merajalela, tradisi itu di larang. Imbauan pemerintah untuk tidak mudik guna mencegah penyebaran virus corona, tampaknya sulit direspon oleh masyarakat lantaran telah menjadi tradisi dan kultur, yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat.

Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan bila anda tetap nekat mudik aman dan sehat ke kampung halaman. Berikut sejumlah tipsnya yang dirangkum okezone.

1. Gunakan Masker

Masker menjadi salah satu hal yang paling penting digunakan saat mudik. Sifat virus yang berada di udara membuat rawan para pemudik tertular virus, dengan masker yang menutupi mulut dan hidung diharapkan bisa mencegah resiko tersebut.

“Bagi masyarakat yang tetap mudik untuk mencegah transmisi virus, diharuskan pakai masker,” ucap Pakar Virus Universitas Brawijaya (UB) dr. Andrew William Tulle.

Tapi tentu tidak sembarang masker, usahakan masker standar yang benar – benar mampu menangkal virus dan bakteri masuk ke hidung dan mulut.

2. Mencuci Tangan dengan Sabun

Tangan menjadi salah satu perantara penularan virus corona, terlebih bila tangan kita sering kali memegang wajah bisa jadi virus akan menempel di organ tubuh kita lainnya.

Pakar virus UB menilai cuci tangan saat berangkat dari rumah dan tiba di tempat tujuan, menjadi cara efektif menangkal virus bisa hinggap di tubuh kita. Bahkan bila menemukan sarana pencuci tangan dengan sabun di fasilitas publik, hal tersebut perlu dilakukan.

“Cuci tangan dengan sabun atau sanitizer menjadi cara ampuh mencegah kuman dan virus,” tutur William.

3. Bawa Cairan Antiseptik Pencuci Tangan

Selama diperjalanan kita tak tahu berinteraksi dengan siapa dan memegang apa. Nah ada baiknya kita menyiapkan persediaan hand sanitizer atau cairan antiseptik pencuci tangan yang praktis dibawa tanpa membutuhkan air.

Setiap kali kita mau makan atau minum, biasakan kita menyemprotkan cairan antiseptik tersebut ke tangan supaya tampak bersih dari kuman dan virus.

4. Persiapkan Obat dan Vitamin di Jalan

Perjalanan jauh kemungkinan besar membuat tubuh menjadi lelah, hal ini tentu membuat daya tahan tubuh melemah. Hal ini bisa berpengaruh seseorang yang melakukan perjalanan jauh terlebih dari daerah zona merah corona, akan lebih mudah terserang penyakit.

Persediaan obat dan vitamin yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh menjadi begitu penting. Bukan hanya obat dan vitamin saja, makanan bergizi atau minuman juga menjadi perbekalan yang harus disiapkan pemudik.

“Konsumsi makan yang mengandung nutrisi dibutuhkan tubuh, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Makanan seperti sayur – sayuran dan buah bisa jadi menambah imun tubuh kita,” jelas dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya.

5. Jangan Sering Menyentuh Wajah di Perjalanan

Telapak tangan menjadi media yang paling rentan menularkan virus masuk ke tubuh kita. Bagaimana tidak, selama di perjalanan terlebih bagi mereka yang mudik menggunakan kendaraan umum, tangan bisa saja memegang lebih dari tiga objek.

Oleh karenanya selain mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, jangan sering – sering menyentuh muka dan hidung menjadi hal penting supaya virus tak menempel ke wajah, bahkan hingga terhirup ke saluran pernapasan.

6. Penyemprotan Disinfektan ke Tempat Strategis

Peran Pemerintah Daerah (Pemda) dalam penanggulangan virus corona juga penting, penyemprotan disinfektan ke titik lokasi strategis keramaian menjadi salah satunya.

Salah satu sarana prasarana yang sering tersentuh tangan orang yakni pegangan tangga, pintu, hingga bangku bila kaitannya dengan moda transportasi umum.

Oleh karena itu penyemprotan disinfektan secara rutin di sarana prasarana transportasi dan penunjangnya menjadi hal penting yang bisa dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona.

“Area – area yang sering disentuh masyarakat perlu didisinfeksi secara teratur. Karena virus ini kan masih terdeteksi pada besi dan plastik hingga 72 jam, tetap jumlahnya sudah turun hingga sepertiganya,” beber dr. Andrew.

7. Bersihkan Kendaraan Saat Berangkat dan Tiba

Membersihkan kendaraan mungkin hal yang sepele, tapi bisa saja ini menjadi salah satu penangkal penyebaran virus corona.

Sifat virus dan bakteri yang liar beterbangan di udara membuat bisa saja menempel di kendaraan kita dan bila tersentuh tangan kemungkinan besar akan masuk ke tubuh.

Bila perlu semprotkan disinfektan ke bagian – bagian kendaraan yang rentan tersentuh manusia seperti pintu mobil, setir, atau jok sepeda motor. Tapi ingat penyemprotan disinfektan hanya boleh ke benda mati, bukan manusia karena bisa membahayakan.

“Ada resiko seperti itu (terkena kanker ke depannya), di bidang mikrobiologi ada dua istilah antiseptik dan disinfektan, kalau disinfektan adalah bahan yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati,” tutur Andrew

8. Lakukan Karantina Mandiri dan Cek Kesehatan

Sudah sampai ke tujuan? Jangan senang dulu, anda perlu terus menjaga daya tahan tubuh. Bersihkan badan dengan mandi dan mengganti pakaian setibanya di tempat tujuan.

Setelah itu usahakan untuk mengecek kesehatan secara mandiri dan melakukan karantina mandiri selama 14 hari sesuai prosedur protokol kesehatan.

Selagi berdiam diri di rumah pastikan asupan gizi anda dari makanan dan minuman untuk tubuh tercukupi.

“Saat sampai di tempat tujuan melakukan isolasi diri selama 14 hari sejak kedatangan, sambil terus melihat kondisi kesehatan. Bila dalam waktu tersebut ada gejala menyerupai flu layaknya Covid-19 segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” terang Andrew.

www.md7hotel.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*