{"id":1308,"date":"2018-03-20T16:56:19","date_gmt":"2018-03-20T16:56:19","guid":{"rendered":"http:\/\/www.communitypluz.com\/?p=1308"},"modified":"2018-03-20T16:59:35","modified_gmt":"2018-03-20T16:59:35","slug":"1308","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.communitypluz.com\/?p=1308","title":{"rendered":"Ini dia 4 Jenis Motor yang Kerap di jadikan Bahan Modifikasi dan Custom"},"content":{"rendered":"<p><strong>COMMUNITYpluz.com (CP) &#8211;<\/strong>\u00a0Mengubah motor standar pabrikan menjadi motor impian, bukan karena tak mampu membeli motor mahal. Namun, modifikasi dan custom yang dilakukan pencinta roda dua semata untuk memenuhi hasratnya dalam dunia otomotif. Tak peduli soal uang sebab tak jarang biaya modifikasi jauh lebih mahal ketimbang membeli motor baru.<\/p>\n<p>Di Indonesia modifikasi sedang digandrungi. Hal itu terlihat dengan banyak dan menjamurnya para modifikator yang tampil di berbagai ajang kontes modifikasi dan custom.<\/p>\n<p>Mungkin Anda juga ingin memenuhi hasrat memiliki motor modifikasi? Beberapa motor yang kerap menjadi bahan modifikasi dan custom, dari mulai yang biasa hingga luar biasa, bisa Anda jadikan sebagai bahan pertimbangan.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Yamaha Scorpio<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Yamaha Scorpio dengan mesin 4 tak hadir di Indonesia pada tahun 2001, sebagai pengganti sang legendaris Yamaha RX King bermesin 2 tak. Yamaha Scorpio dirancang dan dibangun dengan mengambil basis mesin dari Yamaha XT250 yang diproduksi di Jepang. Yamaha Scorpio menggendong mesin 225 cc, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para rider dan modifikator.<\/p>\n<p>Yamaha Scorpio generasi pertama mampu bertahan hingga tahun 2004, dan hadir kembali Scorpio generasi kedua beredar pada tahun 2005 &#8211; 2010 dan diberi kode Scorpio Z. Kapasitas tangki bensin diperbesar dari 12 liter menjadi 13,5 liter. Pada produksi tahun 2006 Scorpio dilengkapi AIS (Air Induction System) untuk mengantisipasi EURO II. Pada Scorpio Z produksi tahun 2005 dianggap memiliki keistimewaan pada koilnya karena disinyalir sanggup menghasilkan api busi yang lebih besar.<\/p>\n<p>New Scorpio Z kembali dirilis sebagai generasi ketiga Yamaha Scorpio pada tahun 2010. Pada generasi ini sudah banyak perubahan bentuk, mulai dari desain tangki, lampu depan, sampai buritan.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/Gambar-Modifikasi-Yamaha-Scorpio-Gaya-Ekstream.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1303 size-full\" src=\"http:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/Gambar-Modifikasi-Yamaha-Scorpio-Gaya-Ekstream.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"435\" srcset=\"https:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/Gambar-Modifikasi-Yamaha-Scorpio-Gaya-Ekstream.jpg 700w, https:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/Gambar-Modifikasi-Yamaha-Scorpio-Gaya-Ekstream-300x186.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Spesifikasi Yamaha Scorpio<\/strong><\/p>\n<p>Mesin: 4 tak<br \/>\nSOHC pendingin udara dengan diameter x langkah : 70 x 58 mm.<br \/>\nVolume Silinder : 223 cm dan Perbandingan Kompresi : 9.5 : 1<br \/>\nSusunan Silinder: Tunggal Tegak<br \/>\nJenis dan Sistem Pengapian: DC-CDI.<br \/>\nKopling: Manual basah dengan Gigi Transmisi 5 kecepatan dan Pola Pengoperasian Gigi : 1-N-2-3-4-5.<br \/>\nRem depan: Cakram double piston; Rem belakang: tromol.<br \/>\nSistem Starter : Kick &amp; Electric.<br \/>\nDaya Maksimum : 19 PS\/8.000 RPM<br \/>\nTorsi Maksimum : 1.86 kgf.m\/6.500 RPM.<br \/>\nKapasitas Oli mesin : 1400ml<br \/>\nTipe Karburator : MIKUNI BS30 x 1<br \/>\nTipe Baterai : GM7B-4B<br \/>\nTipe Busi : NGK \/ DP8EA-9<br \/>\nBerat chassis\/rangka: 125 kg dengan Tipe Double Cradle.<br \/>\nPanjang x Lebar x Tinggi : 2025mm x 765mm x 1095mm<br \/>\nJarak Sumbu Roda: 1295 mm dan jarak ke tanah 165 mm<br \/>\nTinggi Tempat Duduk: 770 mm.<br \/>\nKapasitas tangki: 12 &#8211; 14 liter.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0 2.Honda Tiger<\/strong><br \/>\nHonda Tiger pertama kali diperkenalkan di Indonesia tahun 1993. Kala itu Honda Tiger masuk segmen motor sport untuk menyaingi motor legendaris 2-tax, Yamaha RX King.<\/p>\n<p>Tahun silih berganti Honda Tiger pun tetap berjaya di pasar Indonesia. Terhitung total 21 tahun masa hidup motor sport touring 4-tak ini sebelum akhirnya berhenti diproduksi pada 2014.<\/p>\n<p>Secara teknis, Honda Tiger mengusung mesin 200 cc yang merupakan hasil stroke up (upgrade kubikasi mesin) dari Honda GL Pro Neo Tech yang memiliki kubikasi mesin 156,7cc.<\/p>\n<p>Honda Tiger secara model memiliki tiga generasi. Pertama Honda Tiger 2000, yang diproduksi tahun 1993 sampai tahun 2006, dan sempat mendapat penyegaran di tahun 2002. Honda Tiger Revolution Cruiser kemudian hadir dengan perubahan total pada bagian tangki dan bodi. Mulai diproduksi di akhir 2006, Honda Tiger generasi kedua ini bertahan sampai November 2008.<\/p>\n<p>Jelang tahun 2009, Honda Tiger hadir dengan nama &#8216;Honda Tiger New Revolution Cruiser&#8217;. Pada generasi ini ubahan-ubahan rutin dilakukan dua tahun sekali. Hingga akhirnya pada 2014 banyak isu beredar kalau Honda akan menyuntikkan sistem injeksi pada Honda Tiger 2000, namun pada akhirnya kabar ini tidak terealisasi.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/modif-tiger-g2c-adib-3-ok.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1305 size-full\" src=\"http:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/modif-tiger-g2c-adib-3-ok.jpg\" alt=\"\" width=\"674\" height=\"509\" srcset=\"https:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/modif-tiger-g2c-adib-3-ok.jpg 674w, https:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/modif-tiger-g2c-adib-3-ok-300x227.jpg 300w, https:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/modif-tiger-g2c-adib-3-ok-326x245.jpg 326w, https:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/modif-tiger-g2c-adib-3-ok-80x60.jpg 80w\" sizes=\"auto, (max-width: 674px) 100vw, 674px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Spesifikasi Honda Tiger<\/strong><\/p>\n<p>Mesin: 200 cc, 4 langkah OHC, berpendingin udara<br \/>\nBore x Stroke: 63,5 x 62,2 mm<br \/>\nKompresi: 9,0 : 1<br \/>\nKecepatan Tertinggi: 120 km\/jam<br \/>\nDaya kuda: 17,4 PS \/ 8.500 RPM<br \/>\nTorsi: 1,62 kgf.m \/ 6.500 RPM<br \/>\nPengapian: CDI-AC, Magneto<br \/>\nSistem transmisi: 6 percepatan berpola 1-N-2-3-4-5-6<br \/>\nRangka: Pola berlian<br \/>\nSuspensi Depan: Teleskopik<br \/>\nSuspensi Belakang: Peredam kejut ganda dengan pengaturan<br \/>\nRem Depan: Cakram<br \/>\nRem Belakang: Tromol\/cakram<br \/>\nBan Depan: 2,75 &#8211; 18 &#8211; 42L<br \/>\nBan Belakang: 100\/90 &#8211; 18 &#8211; 47P<br \/>\nJarak sumbu roda: 1330 mm<br \/>\nDimensi keseluruhan: P 1990 mm L 742 mm T 1035 mm<br \/>\nTinggi jok dari lantai: 740 mm<br \/>\nBerat: 123 kg (dry)<br \/>\nKapasitas Tangki: 13 liter<br \/>\nKapasitas Pelumas: 1 liter<br \/>\nKonsumsi bahan bakar: 40 km\/liter<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a03.Yamaha Byson<\/strong><\/p>\n<p>Pada awal kemunculannya tahun 2010, Yamaha Byson diproduksi di Thailand. Dan telah beberapa kali mengalami perubahan minor seputar cat dan desain stripingnya, sedangkan spesifikasi mesin dan teknis lainnya tidak ada yang berubah.<\/p>\n<p>Yamaha Byson sempat menjadi income terbesar bagi Yamaha, dari Januari hingga Juli 2012, sebanyak 69.176 unit Yamaha Byson terjual di pasaran, dan terlihat jelas dengan banyaknya klub dan komunitas motor yang menggunakannya.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, Yamaha Byson juga kerap menjadi bahan modifikasi para modifikator karena tampilannya yang sudah terlihat asyik untuk dioprek.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/yamahaBYSON-fz1-abarth-assetto-corse_03.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1306 size-full\" src=\"http:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/yamahaBYSON-fz1-abarth-assetto-corse_03.jpg\" alt=\"\" width=\"576\" height=\"384\" srcset=\"https:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/yamahaBYSON-fz1-abarth-assetto-corse_03.jpg 576w, https:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/yamahaBYSON-fz1-abarth-assetto-corse_03-300x200.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 576px) 100vw, 576px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Spesifikasi Yamaha Byson<\/strong><\/p>\n<p>Kelas: Sport<br \/>\nMesin: 153 cc, 4 langkah, 2 valve SOHC, berpendingin udara<br \/>\nDaya kuda: 10,1 kW \/ 7500 rpm<br \/>\nTorsi: 13,6 Nm \/ 6000 rpm<br \/>\nSistem transmisi: 5 percepatan<br \/>\nSuspensi Depan: Teleskopik<br \/>\nSuspensi Belakang: Monocross<br \/>\nRem Depan: Cakram double piston<br \/>\nRem Belakang: Tromol<br \/>\nBan Depan: 100\/80-17M\/C 52P<br \/>\nRem Belakang: 120\/70-17M\/C 58P<br \/>\nDimensi keseluruhan: P 2.075 mm L 780 mm T 1.045 mm<br \/>\nTinggi jok: 790 mm<br \/>\nBerat: 137 kg (wet)<br \/>\nKapasitas Tangki: 12 liter<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a04. Honda Verza<\/strong><\/p>\n<p>Honda Verza 150 sepeda motor ini dibekali mesin 150 cc SOHC bersilinder tunggal dan telah mengadopsi sistem suplai bahan bakar PGM-FI (programmed fuel injection). Honda Verza memiliki teknologi mesin terbaru dan kapasitas silinder (CC) yang sama dengan Honda New MegaPro yaitu 150 cc.<\/p>\n<p>Honda Verza 150 ini memiliki kesamaan desain dengan Honda CB150R Street Fire, dapat dilihat dari desain dan model lampu yang mirip tetapi Honda CB150R Street Fire ini lebih fokus kepada performa kecepatan tinggi dibandingkan dengan Honda Verza 150 yang fokus terhadap kekuatan mesin untuk kegunaan sehari-hari.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/honda-verza-modifikasi-tracker.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1304 size-full\" src=\"http:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/honda-verza-modifikasi-tracker.jpg\" alt=\"\" width=\"812\" height=\"540\" srcset=\"https:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/honda-verza-modifikasi-tracker.jpg 812w, https:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/honda-verza-modifikasi-tracker-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.communitypluz.com\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/honda-verza-modifikasi-tracker-768x511.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 812px) 100vw, 812px\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Spesifikasi Honda Verza<\/strong><\/p>\n<p>Kelas: Sport \/ Standar \/ Naked<br \/>\nMesin: 150cc SOHC 4-langkah, Silinder tunggal<br \/>\nDaya kuda: 9,72 kW (13,2 PS)\/ 8.500 rpm<br \/>\nTorsi: 12,7 Nm (1,29 kgf.m)\/ 6.000 rpm<br \/>\nSistem transmisi: 5 kecepatan<br \/>\nSuspensi depan: Garpu teleskopik<br \/>\nSuspensi belakang: Suspensi ganda<br \/>\nRem depan: Cakram Hidrolik, dengan Piston Ganda<br \/>\nRem belakang: Tromol<br \/>\nBan depan: 80\/100 &#8211; 17 M\/C 46P<br \/>\nBan belakang: 100\/90 &#8211; 17 M\/C 55P<br \/>\nDimensi keseluruhan: P 2.056 mm L 742 mm T 1.054 mm<br \/>\nBerat: 129 kg (dry)<br \/>\nKapasitas Tangki: 12,2 liter<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Masih banyak lagi roda dua yang menjadi bahan modifikasi para modifikator Tanah Air.<\/p>\n<p>Motor-motor di atas merupakan motor di bawah 250 cc yang banyak digunakan untuk modifikasi, mungkin dapat menjadi referensi Anda yang ingin melakukan modifikasi atau custom pada kendaraan roda dua.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<div class=\"mh-excerpt\"><p>COMMUNITYpluz.com (CP) &#8211;\u00a0Mengubah motor standar pabrikan menjadi motor impian, bukan karena tak mampu membeli motor mahal. Namun, modifikasi dan custom yang dilakukan pencinta roda dua <a class=\"mh-excerpt-more\" href=\"https:\/\/www.communitypluz.com\/?p=1308\" title=\"Ini dia 4 Jenis Motor yang Kerap di jadikan Bahan Modifikasi dan Custom\">[&#8230;]<\/a><\/p>\n<\/div>","protected":false},"author":2,"featured_media":1307,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,2],"tags":[181,179,180,125,182,178,177],"class_list":["post-1308","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-modification","category-motor","tag-custom","tag-extreme","tag-fairing","tag-modif","tag-modification","tag-modifikasi","tag-motor"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.communitypluz.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.communitypluz.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.communitypluz.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.communitypluz.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.communitypluz.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1308"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.communitypluz.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1308\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1312,"href":"https:\/\/www.communitypluz.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1308\/revisions\/1312"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.communitypluz.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1307"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.communitypluz.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.communitypluz.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.communitypluz.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}